Categories
Kiat Hukum

Panduan Memilih Pengacara

Pada dasarnya memilih pengacara, sama saja seperti memilih jasa dari profesi lainnya, memilih dokter misalnya. Hal terpenting dari suatu profesi adalah masalah kejujuran, integritas, amanah tidak nya seseorang. Sepandai atau seintelek apapun seseorang, jika tidak amanah, maka yang terjadi adalah penyalahgunaan kepercayaan kita. Memilih seorang dokter, atau pengacara juga sama. Jika ybs tidak amanah, maka bisa jadi pasien atau client tersebut bisa terjerumus.

Hal kedua adalah masalah kompetensi. Baik itu dokter, ataupun pengacara, sama-sama bersekolah dan kuliah sebelum menjalani profesinya masing-masing. Bagaimana mereka menjalani masa belajar mereka akan menentukan kompetensi mereka saat ini. Jika mereka belajar dengan tekun, serius, dan mencintai keilmuannya, mereka akan berada pada level yang berbeda dari rekan-rekan mereka lainnya dalam arti punya bekal ilmu yang memadai untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya di dalam pekerjaannya.

Spesialisasi Bidang Hukum Pengacara

Karena tidak semua pengacara, atau bahkan tidak mungkin, seorang pengacara mampu menguasai semua bidang hukum dengan mendalam. Seorang pengacara hanya akan ahli di dalam beberapa bidang hukum saja, mungkin sekitar 2-4 bidang saja. Bahkan adakalanya hanya satu saja. Maka penting bagi seorang calon client untuk memastikan pengacara yang akan menangani kasusnya itu menguasai bidang masalahnya dengan baik. Dan jika tidak sesuai dengan ekpekstasi, tidak usah segan-segan mengganti dengan pengacara lainnya daripada menyesal seumur hidup. Seorang calon dokter atau pengacara yang di masa belajarnya suka menyontek misalnya, tentunya sulit diharapkan menjalani profesinya dengan baik. Bahkan akan kehilangan amanah dan kompetensinya sekaligus, bukankah begitu?

Masalahnya adalah, bagaimana menentukan seorang pengacara itu amanah atau tidak? pada dasarnya tidak ada patokan yang pasti, sama saja dengan kita menilai orang biasa lainnya. Dalam hal pengacara amanah, bisa dilihat karakternya atau tindak tanduknya, apa2 yg diucapkannya, dst. Jika si pengacara itu banyak menjanjikan hal-hal diluar akal sehat, menjamin kemenangan misalnya, dst itu besar kemungkinan sulit dipercaya. Atau suka berbicara tentang kenalann-kenalannyaa di dalam proses hukum, atau minta uang mulu tapi tidak kunjung memahami masalah hukum nya, dst itu tanda-tanda tidak amanah. Sebaiknya segera tinggalkan saja dan cari lainnya.

Kejujuran dan Kompetensi Pengacara

Dari dua hal tersebut, kejujuran dan kompetensi, kita bisa mulai melakukan pengukuran terhadap pilihan-pilihan yang ada. Apakah pengacara yang kita pilih merupakan orang yg amanah? apakah pengacara tersebut juga kompeten, dalam arti menguasai bidangnya?

Setelah dipandang cukup amanah, baru uji kompetensinya. Tanyakan atau minta penjelasan secara keilmuan hukum tentang masalah yg dihadapi. Jika mampu menjelaskan dgn baik, dalam bahasa hukum maupun dalam bahasa awam, maka itu sudah cukup baik. Dari apa yang disampaikan seorang pengacara, sebenarnya banyak yang bisa dilakukan untuk menilai kompetensinya. Baca juga artikel pengacara berikut.

By admin

Pengacara Surabaya : Kompeten dan Amanah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *