Categories
Kiat Hukum

Tarif Atau Fee Pengacara Perceraian di Surabaya

Tarif pengacara di Surabaya, tentulah sangat bervariasi. Tergantung jenis kasusnya, kompleksitas kasus, kompetensi pengacaranya, nilai perkara, servis yang ditawarkan, reputasi pengacara, bahkan banyak kasus, juga dipengaruhi luasnya jaringan atau koneksi pengacara.

Adakalanya, tarif atau fee pengacara, tidak berkorelasi dengan kompetensi pengacara. Bisa saja terjadi fee yang tinggi semata-mata diakibatkan oleh kepercayaan diri yang tinggi dari pengacara. Sehingga client juga harus cermat dalam memilih pengacara untuk menangani kasusnya. Hal ini penting supaya dalam menyelesaikan kasusnya, tidak hanya efektif, artinya pengacaranya memang kompeten menyelesaikan masalah hukumnya, namun juga efisien, tidak boros biaya dalam menyelesaikan masalah hukumnya. Tarif yang tinggi, merupakan pemborosan jika bisa diselesaikan dengan biaya yang rendah kan?

Pada kasus tertentu, yang sifatnya sangat umum, termasuk kasus perceraian, tarifnya termasuk sudah sangat bersaing Artinya fee antara pengacara yang satu dengan yang lain, tidak akan jauh berbeda. Meskipun tentu saja masih ada satu dua yang dengan pede memasang tarif tinggi. Mungkin saja karena servis yang diberikan luar biasa bagusnya. Tapi jika client hanya membutuhkan servis basic saja, sebaiknya cari pengacara dengan servis yang basic saja, yang penting masalahnya selesai.

Namun, bahkan dalam kasus yang paling umum pun, termasuk kasus perceraian, selalu tetap dibutuhkan kewaspadaan yang tinggi dari seorang pengacara. Karena sedikit keteledoran dalam menjaga hak-hak hukum client nya, bisa berdampak buruk terhadap client sepanjang hidupnya. Misalnya masalah hak asuh, masalah tunjangan nafkah, atau harta bersama, dst jika tidak hati-hati, hak hukum client bisa tercederai. Disitulah letak perlunya tetap mengutamakan pengacara dengan integritas yang tinggi, memiliki dedikasi terhadap hak-hak hukum client nya, supaya tidak dilanggar oleh pihak lain (suaminya/istrinya) dalam proses perceraian.

Sebaliknya, adakalanya kasusnya sedemikian khusus, jarang ditangani oleh pengacara umum, sehingga membuat tarifnya bisa tinggi. Contoh: Tipikor, TPPU, atau kepailitan. Jika client terjerat perkara tipikor (tindak pidana korupsi), maka akan rawan hasilnya jika menggunakan pengacara umum, atau pengacara perceraian misalnya. Penguasaan materi akan sangat menentukan kualitas pembelaan dari pengacara. Maka adalah penting untuk mencari pengacara yang baik, benar benar kompeten menguasai hukum tipikor. Karena hukum tipikor sifatnya khusus, banyak ketentuan khusus di dalamnya, tidak sama dengan pidana umum. Dalam hal ini akan sulit mencari tarif pengacara dengan biaya rendah (meskipun tetap akan ada jika berusaha mencarinya).

Maka kembali ke masalah tarif, perlu diketahui dulu apakah kasusnya termasuk kasus hukum yang umum, ataukah khusus. Dan perlu mencari tahu apakah dibutuhkan pengacara dengan kriteria khusus, atau cukup secara umum.